Pemda Boalemo Targetkan Akhir November 80 Persen Masyarakat Sudah Divaksin


TERASINDO.ID (Boalemo) – Pemerintah Kabupaten Boalemo menargetkan pada akhir November tahun 2021 ini, 80 persen atau lebih dari seratus ribu masyarakat boalemo sudah selesai melaksanakan vaksinasi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan langsung Plt Bupati Boalemo Anas Jusuf saat menghadiri Rapat Koordinasi serta percepatan pelaksanaan pelayanan vaksinasi Covid-19 pada siswa SMA/SMK/MA se-Kabupaten Boalemo, yang berlangsung di Hotel Putra Tunggal Tilamuta, Rabu (1/9).

“Kami targetkan, akhir November yang 80 persen atau 116 ribu penduduk boalemo sudah selesai divaksin,” tegas Anas Jusuf.

Dihadapan para siswa SMA sederajat dan Ketua DPRD Boalemo yang turut hadir pada kegiatan tersebut, Plt Bupati menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi terus digenjot demi mencapai terciptanya Herd Immunity atau kekebalan kelompok di Kabupaten Boalemo, agar masyarakat dapat terhindar dari penularan Covid-19.

“Vaksin itu adalah untuk meningkatkan imun tubuh kita, meski imun tubuh kita meningkat tetapi tidak mencapai 80 persen vaksinasi di daerah kita, maka daerah kita tetap dalam keadaan bahaya karena tidak tercapai herd immunity atau kekebalan kelompok,” ujarnya.

Untuk itu dirinya memohon kepada para ketua komite dan kepala sekolah, untuk dapat mensosialisasikan pentingnya proses vaksinasi kepada para siswa maupun orang tua siswa.

“Saya mohon kepada ketua komite dan kepala sekolah untuk dapat mensosialisasikan vaksinasi kepada siswa dan orang tua. Mari vaksinasi ini kita ikuti bersama, tidak ada yang berbahaya dari vaksinasi ini,” kata Anas.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo Sutriyani Lumula menjelaskan, proses vaksinasi yang akan dilakukan pada lebih dari enam ribu siswa di Kabupaten Boalemo, harus mendapat persetujuan dari para orang tua siswa.

“Anak usia 12-17 tahun atau yang duduk di bangku SMA, sasaran kita itu kurang lebih 6.618 orang, sementara berdasarkan juknis yang sudah ada, bahwa proses pelaksanaan vaksinasi ini disusul dengan surat pernyataan orang tua, jadi artinya kalau orang tua tidak setuju kita tidak bisa memvaksin anak-anak ini,” terang Sutriyani.

Meski demikian lanjut Sutriyani, dari enam ribu lebih siswa SMA sederajat yang ada di Kabupaten Boalemo, baru sepuluh persen yang mendapatkan persetujuan dari orang tua. Untuk itu dirinya berharap peran aktif dari para kepala sekolah dan ketua komite untuk memberikan informasi kepada para orang tua agar mengizinkan anaknya untuk mendapatkan vaksinasi.

“Dari jumlah 6.618 ini baru 628 orang yang mendapatkan izin orang tua, artinya baru 10 persen, nah yang sisanya ini mohon perkenan bapak ibu kepala sekolah, bisa menyambungkan informasi bahwa vaksinasi di tataran anak-anak ini bisa dilaksanakan,” tutupnya.(TID01)