TERASINDO.ID (Boalemo) – Dalam rangka menindak lanjuti pelaksanaan analisis situasi stunting (Aksi l) yang digelar beberapa pekan lalu, kini Pemerintah Daerah Kabupaten Boalemo menggelar Aksi II Intervensi Gizi Terintegrasi, rapat kerja ini dihadiri sekaligus dibuka langsung oleh Sekertaris Daerah Sherman Moridu, bertempat di Ballroom Grand Amalia Hotel, Jum’at (19/03).
Kegiatan ini pun dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) atau yang diwakili, para pimpinan OPD terkait, serta kepala Puskesmas se-Kabupate Boalemo, dalam kesempatan tersebut, Sherman mengungkapkan bahwa, ada 2 hal penting yang harus dilakukan penanganan stunting ini.
“Saya kira 2 hal ini sangat penting dalam langkah kita menangani stunting, yang pertama perlu adanya edukasi terhadap orang tua, dan juga pentingnya kita menangani balita atau bayi, yang terkena stunting ataupun gizi buruk,” ungkapnya.
Disamping itu dirinya pun menambahkan bahwa langkah-langkah dari penangan stunting ini, masuk dalam kategori standar pelayanan minimum, yang menjadi target dari dinas kesehatan yang sudah diatur, dalam Peraturan Pemerintah.
“Hal ini pun sebenarnya masuk dalam standar pelayanan minimum, dari 12 yang menjadi target standar pelayanan dari Dinas Kesehatan, berdasarkan dari Peraturan Pemerintah nomor 2 tahun 2018, dan Permendagri nomor 100 tahun 2018, mulai dari penanganan kesehatan, ibu mengandung, ibu melahirkan, dan bayi yang baru dilahirkan, serta penanganan kesehatan balita,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut dirinya berharap kepada seluruh OPD yang terlibat dalam penangan stunting ini, agar tidak berbangga dulu dengan 13,4% yang dicapai saat ini, karena menurutnya target sebenarnya dari penanganan ini, yakni untuk menekan angka sampai sekecil mungkin, jika perlu hingga bisa sampai ke 0%.(TID02)
![]()
