TERASINDO.ID (Boalemo) – Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, mengingatkan pihak sekolah dan para orang tua siswa penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk lebih bijak menyikapi program prioritas pemerintah pusat tersebut.
Pesan itu ia sampaikan saat meninjau pelaksanaan MBG di MTsN 1 Boalemo dan SDN 08 Tilamuta, Rabu (20/8). Lahmuddin menegaskan, setiap kekurangan yang ditemukan sebaiknya tidak langsung dipublikasikan di media sosial, melainkan dilaporkan agar bisa dicarikan solusi bersama.
“Program MBG ini membutuhkan kerja sama dari kita semua. Kalau ada kekurangan, jangan buru-buru diposting di media sosial. Sosmed tidak akan menyelesaikan persoalan. Silakan laporkan ke pihak dapur, SPPG, atau kepada kami agar bisa dievaluasi bersama,” tegasnya.
Ia mencontohkan, ada laporan soal porsi makan yang dinilai sedikit hingga buah pisang yang tampak hitam. Menurutnya, tidak semua keluhan layak dijadikan isu di publik.
“Belum tentu pisang yang hitam itu tidak layak konsumsi. Tapi memang ada hal-hal yang perlu dievaluasi, dan Alhamdulillah pihak SPPG sudah berkomitmen memperbaikinya,” ujar Lahmuddin.
“Masalahnya, orang yang protes kadang hanya menilai dari banyaknya porsi atau rasa. Padahal ukuran utamanya ada di nilai gizinya. Alhamdulillah, sampai saat ini belum ditemukan masalah serius. Saya ingatkan agar SOP MBG benar-benar dijaga, karena program ini untuk anak-anak kita,” pungkasnya.
Saat ini, Kabupaten Boalemo memiliki tiga dapur umum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah Badan Gizi Nasional (BGN). Lokasinya berada di Desa Hungayonaa dan Piloliyanga Kecamatan Tilamuta, serta di Kecamatan Paguyaman. Setiap dapur mampu melayani 3.000 hingga 4.000 porsi MBG per hari.
Khusus Kecamatan Tilamuta, tercatat sebanyak 5.995 porsi MBG disalurkan ke 45 sekolah yang tersebar di enam desa. Menu makanan yang diberikan disusun berdasarkan perhitungan ahli gizi, bukan semata dari jumlah maupun rasa.(TID01)
