TERASINDO.ID (DULUPI) — UPTD Puskesmas Dulupi kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD), seiring intensitas hujan yang mulai sering terjadi di wilayah Boalemo, khusunya di Kecamatan Dulupi. Melalui edukasi, puskesmas menekankan pentingnya pencegahan dini dan kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan sebagai kunci memutus siklus perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
Dalam imbauannya, Puskesmas Dulupi menjelaskan bahwa nyamuk penyebab DBD paling aktif menggigit pada pagi pukul 09.00–10.00 dan sore pukul 16.00–17.00. Warga diminta lebih teliti membersihkan tempat makan dan minum, merapikan ruangan yang jarang digunakan, serta memastikan seluruh wadah air selalu tertutup dan bebas jentik. Kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah juga diingatkan menjadi salah satu tempat favorit nyamuk beristirahat.
Selain itu, masyarakat diminta mengenali gejala awal DBD seperti demam tinggi mendadak, nyeri sendi dan otot, sakit kepala di belakang mata, muncul ruam pada tubuh, hingga perdarahan di gusi atau hidung. Puskesmas menekankan bahwa deteksi dini dapat mencegah kondisi pasien memburuk.
Kepala Puskesmas Dulupi, Radmin Kamumu, menegaskan bahwa keberhasilan pencegahan sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. “Nyamuk DBD berkembang cepat di lingkungan yang lembap dan tidak terawat. Membersihkan rumah bukan kegiatan rutin saja, tapi langkah penting untuk melindungi keluarga dari penyakit yang bisa berdampak serius,” ujarnya.
Ia juga meminta warga tidak menunda pemeriksaan kesehatan jika mengalami gejala. “Banyak kasus memburuk karena pasien datang ketika kondisinya sudah parah. Karena itu, jangan abaikan gejala awal dan segera ke Puskesmas. Penanganan cepat sangat menentukan untuk mencegah komplikasi,” tambah Radmin.
Puskesmas Dulupi mengajak seluruh warga menjadikan pencegahan sebagai bagian dari kebiasaan harian, terutama di musim hujan yang membuat risiko penularan DBD meningkat. Lingkungan bersih dan perhatian pada gejala tubuh menjadi pertahanan terbaik sebelum penyakit ini muncul.(TID01)
