Puskesmas Dulupi Jemput Bola ke Sekolah, Siswa Jalani Pemeriksaan Kesehatan hingga Deteksi Dini Penyakit


TERASINDO.ID (Dulupi) – UPTD Puskesmas Dulupi terus memperkuat upaya promotif dan preventif melalui pelaksanaan Program Integrasi Kesehatan di Sekolah yang berlangsung selama Senin hingga Jumat (2–6 Februari 2026). Kegiatan ini menyasar peserta didik di wilayah kerja Puskesmas Dulupi dengan menghadirkan berbagai layanan kesehatan langsung di lingkungan sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, tenaga kesehatan memberikan Pemeriksaan Kesehatan Berkala yang merupakan bagian dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah. Selain itu, siswa juga mendapatkan penyuluhan kesehatan, pemberian obat cacing, pengukuran tingkat kebugaran, deteksi dini penyakit kusta dan frambusia, serta inspeksi kesehatan lingkungan (Kesling) untuk memastikan lingkungan sekolah tetap sehat dan aman bagi proses belajar mengajar.

Pelaksanaan program ini bertujuan mendeteksi lebih dini berbagai potensi gangguan kesehatan pada anak usia sekolah sekaligus membangun kesadaran siswa mengenai pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini. Dengan pemeriksaan yang dilakukan secara berkala, tenaga kesehatan dapat memberikan tindak lanjut lebih cepat apabila ditemukan indikasi masalah kesehatan.

Kepala UPTD Puskesmas Dulupi, Radmin Kamumu, mengatakan bahwa sekolah merupakan salah satu tempat paling efektif untuk membangun budaya hidup sehat karena menyentuh langsung kelompok usia produktif sejak dini.

“Melalui Program Integrasi Kesehatan di Sekolah, kami ingin memastikan setiap anak mendapatkan layanan kesehatan yang komprehensif. Tidak hanya melakukan pemeriksaan, tetapi juga memberikan edukasi agar mereka memahami pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan,” ujar Radmin.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan berkala dan deteksi dini menjadi langkah penting untuk menemukan potensi masalah kesehatan sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih serius. Karena itu, Puskesmas Dulupi terus mengoptimalkan pelayanan kesehatan di sekolah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membentuk kebiasaan hidup sehat di kalangan siswa sekaligus meningkatkan peran sekolah sebagai lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Sinergi antara tenaga kesehatan, pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif,” tutupnya.(TID01)