TERASINDO.ID (Boalemo) – Puskesmas Dulupi melakukan tindakan cepat dengan menggelar penyelidikan epidemiologi terhadap seorang pasien malaria yang merupakan warga asal Papua Selatan yang kini berdomisili di Dusun Sambati, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo.
Pasien tersebut datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Dulupi pada 15 Mei 2025 dengan keluhan lemas, mual, muntah, dan sakit kepala. Dari hasil anamnesis, diketahui pasien memiliki riwayat penyakit malaria yang telah diidapnya sejak masih berada di Papua.
Kepala UPTD Puskesmas Dulupi, Radmin Kamumu, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung melakukan investigasi setelah menerima laporan kasus tersebut.
“Kami bergerak cepat untuk memastikan bahwa kasus ini tidak menyebar dan dapat ditangani dengan baik. Selain itu lintas sektor yang tergabung dalam Tim Satgas P3M (Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular) Kec. Dulupi juga ikut andil. Penyelidikan dilakukan untuk menelusuri riwayat perjalanan pasien serta kemungkinan penularan di wilayah Dulupi,” jelasnya.
Berdasarkan hasil investigasi, pasien pertama kali datang ke wilayah Dulupi pada Juli 2024 untuk melakukan aktivitas pertambangan. Pada Oktober 2024, pasien mengalami kekambuhan dan melakukan pemeriksaan laboratorium secara mandiri di Kota Gorontalo. Selama ini, pasien hanya mengonsumsi obat-obatan yang dibawanya dari Papua tanpa pengawasan medis.
Perjalanan pasien sempat berlanjut ke tambang Tinombala, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pada Desember 2024, kemudian ke tambang di wilayah Paguat, Kabupaten Pohuwato pada Maret 2025. Mulai April 2025, pasien menetap di Dusun Sambati, Kecamatan Dulupi, dan sedang bersiap untuk kembali menambang di lokasi tersebut.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan dan penanganan medis oleh tim kami, kondisi pasien kini telah membaik. Pasien sudah kembali beraktivitas seperti biasa setelah mendapatkan pengobatan yang tepat dari Puskesmas Dulupi,” tambah Radmin.
Puskesmas Dulupi juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika mengalami gejala serupa, khususnya bagi warga yang memiliki riwayat bepergian ke daerah endemis malaria. Penanganan dini sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit ini lebih luas di wilayah Dulupi.(TID01)
