Tutup Rakor Kesehatan, Lahmuddin Hambali Tekankan Pencegahan Penyakit Harus Jadi Prioritas


TERASINDO.ID (Boalemo) – Wakil Bupati Boalemo Lahmuddin Hambali secara resmi menutup Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Penyehatan Lingkungan yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo di Cabana Resto dan Resort, Desa Bolihutuo, Kecamatan Botumoito, Jumat (24/4).

Kegiatan tersebut menjadi forum penting dalam merumuskan langkah-langkah strategis untuk memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan guna menekan angka kesakitan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Boalemo.

Dalam sambutannya, Lahmuddin Hambali menegaskan bahwa pencegahan harus menjadi fokus utama dalam pembangunan kesehatan daerah. Menurutnya, keberhasilan sektor kesehatan tidak hanya diukur dari kemampuan mengobati penyakit, tetapi juga dari upaya mencegah masyarakat jatuh sakit melalui pengendalian faktor risiko dan perbaikan lingkungan.

“Pencegahan adalah kunci utama. Kita harus memastikan masyarakat tidak jatuh sakit, sekaligus mampu mengendalikan rantai penularan dengan baik,” ujar Lahmuddin.

Ia menjelaskan, hasil rakor telah melahirkan sejumlah rekomendasi yang harus segera ditindaklanjuti oleh seluruh pemangku kepentingan. Berbagai program prioritas yang akan diperkuat meliputi pembentukan Desa Siaga Tuberkulosis (TBC), pemantauan intensif pasien TBC beserta pelacakan kontak erat, pemberian terapi pencegahan TBC, hingga penguatan upaya eliminasi malaria melalui pembentukan Pos Malaria Desa dan gerakan pemberantasan sarang nyamuk.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan meningkatkan promosi sadar malaria di tingkat kecamatan dan desa, memperkuat evaluasi program imunisasi, serta mengintensifkan edukasi kepada masyarakat guna meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap.

Lahmuddin juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan program kesehatan. Menurutnya, seluruh perangkat daerah, pemerintah desa, dan unsur masyarakat perlu bergerak bersama agar target pembangunan kesehatan dapat tercapai secara optimal.

“Hasil rakor ini jangan berhenti di atas kertas. Yang paling penting adalah bagaimana rekomendasi yang telah disepakati dapat diterapkan secara nyata di lapangan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mendorong optimalisasi Forum Kabupaten Sehat serta pemanfaatan aplikasi SIPANTAS sebagai bagian dari persiapan penilaian Swasti Saba Tahun 2027. Menurutnya, kedua instrumen tersebut dapat menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi sekaligus mengukur capaian program kesehatan dan penyehatan lingkungan secara berkelanjutan.

Menutup sambutannya, Wakil Bupati berharap seluruh peserta rakor dapat menjadi penggerak di wilayah kerja masing-masing dalam mengimplementasikan berbagai program yang telah dirumuskan.

“Semoga kegiatan ini benar-benar memberikan manfaat dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Boalemo,” pungkasnya.

Rakor ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Boalemo dalam memperkuat sistem kesehatan daerah melalui pendekatan promotif dan preventif, sekaligus mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera.