UPTD Puskesmas Dulupi Ajak Masyarakat Ikuti Tracing Kontak TB Terintegrasi CKG


TERASINDO.ID (Dulupi) – UPTD Puskesmas Dulupi terus memperkuat upaya penanggulangan Tuberkulosis (TB) melalui pelaksanaan Tracing Kontak TB Terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kegiatan ini bertujuan untuk menemukan kasus TB sedini mungkin, mencegah penularan di lingkungan keluarga, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini penyakit.

Program ini menyasar anggota keluarga, tetangga, maupun orang-orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan penderita Tuberkulosis (TB). Selain mengikuti proses tracing kontak, masyarakat juga akan mendapatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan.

Kepala UPTD Puskesmas Dulupi, drg. Fatimah, mengatakan bahwa keterlibatan masyarakat sangat penting dalam memutus mata rantai penularan TB.

“Tuberkulosis merupakan penyakit yang dapat disembuhkan apabila ditemukan sejak dini dan diobati secara tuntas. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat yang memiliki riwayat kontak dengan pasien TB untuk tidak ragu mengikuti tracing kontak. Langkah ini bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga keluarga dan masyarakat dari risiko penularan yang lebih luas,” ujar drg. Fatimah.

Ia menambahkan, melalui integrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis, masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan tanpa dipungut biaya sehingga diharapkan semakin banyak warga yang memanfaatkan kesempatan tersebut.

Pelaksanaan Tracing Kontak TB Terintegrasi CKG akan dilaksanakan di masing-masing desa dengan jadwal sebagai berikut:

  • Desa Dulupi: 7 Agustus 2026
  • Desa Tabongo: 19 Agustus 2026
  • Desa Kotaraja: 7 September 2026

Peserta akan memperoleh pengganti biaya transportasi sebesar Rp30.000 per orang dan makanan ringan selama persediaan masih tersedia. Masyarakat juga diimbau membawa KTP atau Kartu Keluarga (KK) apabila tersedia untuk memudahkan proses pendataan.

Melalui kegiatan ini, UPTD Puskesmas Dulupi berharap semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi dalam upaya deteksi dini TB sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan rantai penularan dapat diputus.

“Ayo, jangan takut memeriksakan diri. TB bisa disembuhkan apabila ditemukan lebih awal dan diobati hingga tuntas. Bersama kita wujudkan masyarakat yang lebih sehat dan bebas dari Tuberkulosis,” tutup drg. Fatimah.