Vaksin Tak Jamin 100 Persen Bebas Covid-19


TERASINDO.ID (Nasional) – Saat ini proses vaksinasi untuk memutus penyebaran pandemic Covid-19 di sebagian besar wilayah Indonesia mulai dilakukan, dengan menggunakan vaksin Sinovac buatan Tiongkok.

Namun, taukah kamu bahwa meski seseorang telah melalui proses vaksinasi, tidak menjamin 100 persen terbebas dari resiko tertular virus corona ? hal tersebut seperti diungkapkan Ketua Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) Prof Dr Sri Rezeki Hadinegoro.

Seperti dikutip dari tribunnews.com dirinya menyatakan, pemberian vaksin tidak memberi jaminan 100% bebas dari Covid-19. Namun jika terinfeksi Covid-19 tidak akan berat lantaran tubuh telah memiliki imunitas.

“Vaksinasi tidak menjamin 100 persen bebas Covid-19. Tapi, kalau kena juga tidak berat karena sudah imun,” katanya dalam konferensi pers yang diadakan oleh BPOM secara virtual, Senin (11/1).

Dirinya menjelaskan, untuk menghasilkan antibodi maksimal, vaksinasi Covid-19 dilakukan dua kali suntikan, dan harus menunggu hingga 2 minggu bahkan sampai satu bulan untuk memaksimalkan anti bodi.

“Setelah disuntik dua kali, itu kita nggak langsung tinggi antibodinya. Kita perlu waktu untuk meningkatkan antibodi, paling tidak setelah dua kali suntik itu 14 hari sampai 1 bulan baru maksimal antibodinya,” ungkap Sri.

Dirinya juga menuturkan, meski masyarakat sudah divaksinasi harus tetap mengedepankan protokol kesehatan.

“Jadi kalau sudah diimunisasi kena Covid-19 InsyaAllah tidak berat kalau dia memang imun, karena kita tidak bisa tahu apakah virus yang kena itu ganas,” kata Prof Sri.(TID01)