Wakil Bupati Boalemo Temukan Kantor DKP Kosong Melompong: Ini Memalukan!


TERASINDO.ID (Boalemo) – Pemerintah Kabupaten Boalemo terus menegaskan komitmennya dalam membenahi kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN) sejak pergantian kepemimpinan dari Penjabat Bupati Sherman Moridu ke Bupati definitif Rum Pagau bersama Wakil Bupati Lahmuddin Hambali.

Langkah awal yang diambil pemerintahan baru ini terfokus pada penataan kedisiplinan dan peningkatan etos kerja ASN, yang dianggap sebagai fondasi utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Sejumlah kebijakan pun digulirkan, di antaranya mewajibkan pelaksanaan apel pagi secara tepat waktu serta menginisiasi kegiatan pengajian sepuluh menit sebelum jam kerja dimulai, khususnya bagi pegawai yang beragama Islam.

Wakil Bupati Lahmuddin Hambali mengambil peran dalam mengawal langsung pelaksanaan kebijakan ini. Setiap pagi, ia melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor-kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memastikan para pegawai benar-benar menjalankan tugas mereka sesuai ketentuan.

Namun upaya tersebut mendapat tamparan keras pada Kamis pagi, 8 Mei. Dalam sidaknya ke Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Boalemo sekitar pukul 07.30 WITA waktu yang seharusnya sudah masuk pada pelaksanaan apel pagi, Wakil Bupati tidak menemukan satu pun pegawai yang hadir di kantor tersebut.

“Ini sudah jam kantor, tapi tidak ada satupun pegawai yang di kantor. Memalukan ini kantor seperti ini,” ungkap Lahmuddin dengan nada kecewa saat berdiri di halaman kantor yang tampak sepi.

Ketidakhadiran seluruh pegawai di satu instansi strategis ini dinilai sangat mencoreng semangat reformasi birokrasi yang tengah diusung pemerintah daerah. Tak hanya menunjukkan ketidakdisiplinan, kondisi tersebut juga memperlihatkan lemahnya pengawasan internal di tubuh dinas tersebut.

“Ini sifat-sifat yang tidak peduli, tidak tanggungjawab terhadap pekerjaan, termasuk tidak tanggungjawab terhadap diri sendiri,” lanjutnya.

Menurutnya, menjadi ASN bukan sekadar menerima gaji dan tunjangan, tapi tentang bagaimana memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Ketika tanggung jawab itu diabaikan, maka pengabdian yang seharusnya menjadi semangat utama justru tergantikan oleh budaya abai dan tidak profesional.

“Sudah menerima TPP, tunjangan, tapi saat pelaksanaan apel tidak ada satupun yang hadir, padahal ini dinas yang sangat diunggulkan,” tegas Lahmuddin.

Wakil Bupati pun menegaskan bahwa kemajuan daerah hanya bisa dicapai jika seluruh elemen pemerintahan memiliki disiplin yang kuat.

“Kalau kita ingin Boalemo ini maju, maka disiplin adalah kunci utamanya. Tidak ada kemajuan tanpa kedisiplinan,” tukasnya.(TID01)