FKS Kaaruyan Indah Gelar Dialog Tematik Keserasian Sosial 


TERASINDO.ID (Boalemo) – Forum Keserasian Sosial (FKS) ‘Kaaruyan Indah’ Desa Kaaruyan menggelar Dialog Tematik dalam rangka pencegahan konflik sosial. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Desa Kaaruyan Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo pada Selasa (28/12/2021)siang. 

Kegiatan yang diikuti oleh kurang lebih 50 orang peserta tersebut, dihadiri pula Anggota Komisi VIII DPR RI Dra. Idah Syaidah Rusli Habibie, MH, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Boalemo Lahmudin Hambali, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Boalemo Mondru Mopangga, Camat Mananggu Sumantri Karim, Kepala Desa Kaaruyan Ronald Ch Rampi serta tokoh kerukunan etnis Provinsi Gorontalo Hendry Tooy.

Ketua FKS ‘Kaaruyan Indah’ Yantje Luwuk mengungkapkan, dialog tematik ini digelar dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila. 

“Tujuannya untuk mencegah terjadinya konflik antar golongan dan mempererat tali persaudaraan. Harapannya semoga seluruh elemen masyarakat Kaaruyan yang terdiri dari berbagai etnis dan golongan serta agama tetap selalu solid dalam menjaga kekompakan dan kebersamaan,” ungkapnya.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos-PMD) Kabupaten Boalemo Mondru Mopangga menjelaskan, bahwa kegiatan Dialog Tematik ini merupakan rangkaian dari program dan kegiatan keserasian sosial yang digagas oleh Kementerian Sosial RI. 

“Program ini diawali dengan saresehan atau dialog seperti ini, yang tujuannya untuk membangun kembali budaya gotong royong sehingga tercipta keserasian sosial,” jelas Mondru.

Sementara itu, dalam sambutan sekaligus materinya, Anggota Komisi VIII DPR RI, Dra. Idah Syaidah Rusli Habibie, MH mengajak kepada seluruh elemen masyarakat agar bisa terus mengokohkan rasa persaudaraan sebagai warga negara Indonesia. Menurutnya, semangat persatuan dan kesatuan yang telah ditanamkan oleh para pejuang dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia menjadi sebuah pondasi semangat yang harus dibangun dan diperkuat. 

“Dengan semangat persaudaraan demi terciptanya persatuan dan kesatuan maka kita harus yakin bahwa segala konflik sosial yang timbul bisa segera teratasi. Karena, dengfan semangat itu akan tercipta rasa gotong royong dan saling membantu serta menghargai antar satu dengan yang lainnya,” ungkap Idah. (TID01)

Loading