FKUB Bersama Kesbangpol Boalemo Gelar Rapat Kerja, Bahas Program Kegiatan Tahun 2024


TERASINDO.ID (Boalemo) – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) bersama Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) Kabupaten Boalemo menggelar Rapat Kerja pengurus dan anggota FKUB Kabupaten Boalemo, masa bakti 2023-2028, yang berlangsung di Aula Kantor Bapppeda Kabupaten Boalemo,  Rabu (25/10).

Dalam kegiatan yang dihadiri Ketua FKUB Kabupaten Boalemo, Taufik Kumali, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Boalemo, Asni Abubakar Yusuf, serta para anggota dan pengurus FKUB Kabupaten Boalemo, membahas program kegiatan untuk tahun 2024 mendatang, terlebih pada tahun depan, merupakan tahun perhelatan pesta demokrasi.

Dalam kesempatan tersebut, Asni menyampaikan, rapat kerja FKUB harus terus dimaksimalkan untuk merancang program kegiatan kedepan, guna mencegah konflik yang terjadi di Masyarakat, saat perhelatan pesta demokrasi berlangsung.

“Untuk menghadapi pemilu, pertemuan seperti ini perlu kita maksimalkan, karena tidak menutup kemungkinan kejadian-kejadian di hari pemilu itu ada konflik menyangkut ras, jadi ini perlu kita membuat satu komitmen Bersama untuk menentukan program apa yang akan kita laksanakan untuk tahun 2024,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala FKUB Kabupaten Boalemo, Taufik Kumali berharap masukan serta usulan dari seluruh pengurus FKUB untuk jalannya program kerja pada tahun 2024 mendatang.

“Saya minta usulan dari para pengurus sekalian, untuk kegiatan di tahun 2024. Ada usulan dari kami, di tahun 2024 nanti kita akan menghadapi pemilu, dan pasti ada gejolak di Masyarakat yang pasti membutuhkan FKUB di dalamnya,” ujarnya.

Senada dengan Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Boalemo, Taufik mengaku peran FKUB sangat dibutuhkan pada perhelatan pesta demokrasi kedepan. Pasalnya untuk menjaga stabilitas daerah, dan mencegah konflik yang terjadi di masyarakat, terlebih yang menyangkut isu sara.

“Pada pengamanan pemilu, memang aparat hadir untuk mengamankan pemilu. Tetapi kalau sudah berkaitan dengan sara, aparat memerlukan pemimpin agama di masing-masing wilayah. Dan itu menjadi program yang harus kita munculkan untuk tahun 2024, karena ini urgent untuk menjaga stabilitas daerah,” jelasnya.(TID01)