TERASINDO.ID (Boalemo) – Jelang perhelatan pesta demokrasi pada tahun 2024 mendatang, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Boalemo, terus memberikan penguatan terhadap masyarakat terkait kerukunan umat beragama.
Kegiatan yang digelar di Aula Kantor Camat Wonosari, pada Rabu (25/10) siang tersebut, dibuka langsung Camat Wonosari, Lukman Amu, yang turut dihadiri Ketua FKUB Boalemo, Taufik Kumali, Kaban Kesbangpol Boalemo, Asni Abubakar Yusuf, para narasumber dari perwakilan berbagai agama di Wonosari, serta para masyarakat, anggota dan pengurus FKUB Kecamatan Wonosari.
Dalam sambutannya, Kaban Kesbangpol Boalemo, Asni Abubakar Yusuf menyampaikan, sosialisasi terkait kerukunan umat beragama sangat penting untuk dilaksanakan guna menjaga stabilitas daerah dan mencegah terjadinya konflik di masyarakat, terlebih jelang perhelatan pesta demokrasi tahun 2024 mendatang.
“Kenapa penguatan forum ini harus dilaksanakan, mengingat tahun 2024 tinggal beberapa bulan lagi, kita akan menghadapi pemilu dan pemilukada, ini melibatkan seluruh Masyarakat. Melalui pemerintah wilayah Bersama FKUB, Bersama TNI Polri, bagaimana kita menjaga stabilitas di Wonosari,” ungkapnya.
Lebih lanjut Asni menjelaskan, untuk tahun ini, sosialisasi tersebut diawali dari tiga kecamatan, yakni Wonosari, Mananggu, dan Tilamuta. Asni menjelaskan, dipilihnya tiga kecamatan tersebut, sebab terdapat multi entnis yang mendiami tiga kecamatan di Boalemo tersebut.
“Tidak menutup kemungkinan dalam menghadapi pesta demokrasi itu, yang kita cegah jangan sampai ada konflik yang muncul, terlebih konflik yang ada unsur sara. Untuk tahap awal ini, kita memilih tiga kecamatan lebih awal, seperti di wonosari karena disini ada multi etnis, di mananggu juga, dan tilamuta. Namun demikian bukan berarti di kecamatan lainnya tidak ada potensi konflik,” bebernya.
Sementara itu, senada dengan Kaban Kesbangpol Boalemo, Camat Wonosari mengapresiasi atas dipilihnya Kecamatan Wonosari sebagai salah satu lokasi dilaksanakannya kegiatan terkait kerukunan umat beragama. Pasalnya menurut Lukman, Kecamatan Wonosari merupakan miniatur Indonesia, yang memiliki banyak entis, suku, dan agama.
“Kami atas nama pemerintah menyampaikan banyak terima kasih, atas terselenggaranya kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun ini. Saya kira dilaksanakan kegiatan ini di wonosari sudah pas, karena wonosari merupakan miniatur Indonesia, kebhinekaan itu ada di wonosari,” ujarnya.
Masih menurut Lukman, dirinya juga menyampaikan bahwa sampai saat ini, Kecamatan Wonosari masih berada dalam kondisi yang aman dan terkendali. Menurutnya hal tersebut disebabkan oleh persatuan dan kesatuan masyarakat Wonosari.
“Kegiatan ini perlu dilaksanakan, karena berbicara kerukunan, saya kira di wonosari ini terdiri dari multi etnis, suku dan agama, saya kira kegiatan ini perlu disimak dengan baik. Dan alhamdulillah meski wonosari terdiri dari multi etnis, tetapi wonosari sampai hari ini masih aman tentram, karena ini berkat persatuan dan kesatuan Masyarakat wonosari,” tutupnya.(TID01)
