TERASINDO.ID (BOALEMO) – Pemerintah Kabupaten Boalemo mendorong pengelolaan lahan pertanian yang tidak hanya mengejar hasil produksi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan. Sistem usaha tani konservasi dan agroforestri dinilai dapat menjadi salah satu cara mempertahankan produktivitas lahan sekaligus mencegah kerusakan lingkungan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Boalemo Lahmudin Hambali saat membuka Forum Group Discussion (FGD) Pengolahan Aset Lahan Pertanian Berkelanjutan melalui Sistem Usaha Tani Konservasi dan Agroforestri di Desa Balate Jaya, Kecamatan Paguyaman, Rabu (15/7).
Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan OPD terkait, Badan Pertanahan, Sekretaris Kecamatan Paguyaman, Kepala Desa Balate Jaya, serta masyarakat petani setempat.
Lahmudin mengatakan lahan pertanian berkelanjutan merupakan aset penting yang harus dijaga. Pengalihfungsian lahan secara tidak terkendali, menurutnya, dapat mengancam keberlanjutan produksi pertanian dan kedaulatan pangan daerah.
“Aset lahan pertanian berkelanjutan harus kita lindungi dari alih fungsi lahan yang tidak terkendali guna menjamin kedaulatan pangan daerah,” ujar Lahmudin.
Ia menjelaskan sistem usaha tani konservasi dan agroforestri dapat mempertemukan kepentingan ekonomi petani dengan kebutuhan menjaga lingkungan. Pengelolaan tersebut dapat membantu mempertahankan kesuburan tanah sekaligus mengurangi risiko erosi.
Lahmudin juga menyoroti praktik pengelolaan lahan di wilayah dataran tinggi yang tidak memperhatikan kondisi lingkungan. Menurutnya, pembukaan dan pengolahan lahan tanpa mempertimbangkan konservasi dapat memperbesar risiko erosi hingga banjir.
“Banyak masyarakat yang mengelola lahan dataran tinggi tidak menyadari bahwa cara mengelola lahan tersebut bisa mengakibatkan erosi dan banjir. Kemudian pemerintah yang disalahkan, padahal ada pengelolaan yang tidak bertanggung jawab,” katanya.
Karena itu, Lahmudin meminta forum tersebut tidak berhenti pada diskusi, tetapi menghasilkan gagasan yang dapat diterapkan di lapangan. Ia mengajak pemerintah, petani, dan pihak terkait menyampaikan masukan berdasarkan kondisi nyata yang dihadapi masyarakat.
“Melalui FGD ini, mari kita memberikan masukan dan ide-ide, sehingga strategi yang kita susun dapat diimplementasikan dengan baik di lapangan,” tutur Lahmudin.
Pemerintah Kabupaten Boalemo berharap penguatan sistem pertanian konservasi dan agroforestri dapat menjaga produktivitas lahan dalam jangka panjang, sekaligus mengurangi risiko kerusakan lingkungan akibat pengelolaan lahan yang tidak sesuai dengan karakteristik wilayah.(TID01)
