TERASINDO.ID (BOALEMO) – Momen penuh makna mewarnai peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Boalemo yang digelar di Alun-Alun Tilamuta, Rabu (22/10). Upacara yang semula berlangsung khidmat itu tiba-tiba diguyur hujan deras. Namun, semangat para santri yang menjadi peserta upacara, tampak tak membubarkan barisannya dan tetap mengikuti setiap proses upcara. Mereka tetap tegap berdiri di barisan, dengan wajah yang menampakkan keteguhan dan kebanggaan.
Pemandangan itu membuat Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, yang bertindak sebagai pembina upacara, langsung berinisiatif turun dari tribun upcara dan memilih berdiri bersama para santri di tengah hujan saat menyampaikan amanatnya.
“Perayaan Hari Santri kali ini menjadi momentum yang menunjukkan bahwa para santri Boalemo siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan, sebagaimana tantangan yang kini dihadapi masyarakat nasional maupun internasional,” ungkap Lahmuddin dengan suara lantang di bawah derasnya hujan.
Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para guru dan ustaz yang telah membimbing serta menanamkan ilmu dan akhlak kepada para santri dari masa ke masa.
“Atas nama Pemerintah Daerah, kami menyampaikan terima kasih kepada para guru dan para pengasuh pondok pesantren. Karena berkat ilmu, keteladanan, dan pengabdian mereka, para santri kita tumbuh menjadi generasi berkarakter, berilmu, dan siap berkontribusi bagi bangsa,” ujarnya.
Lahmuddin optimistis, santri Boalemo akan menjadi generasi yang lebih maju, mandiri, dan siap bersaing dalam menghadapi tantangan global.
“Insya Allah, para santri ke depan akan menjadi pelopor kemajuan daerah dan bangsa, dengan semangat keilmuan dan keimanan yang kokoh,” tutupnya.
Meski basah kuyup, suasana upacara tetap berlangsung penuh haru dan kebanggaan. Guyuran hujan justru menjadi simbol semangat dan keteguhan para santri yang tak surut oleh cuaca, melainkan semakin menguatkan makna perjuangan dan pengabdian di Hari Santri Nasional 2025.(TID01)
