TERASINDO.ID (Boalemo) – Wakil Bupati Boalemo Lahmuddin Hambali menghadiri peringatan Hari Kartini yang digelar Pemerintah Desa Tapadaa bersama Karang Taruna di halaman Kantor Desa Tapadaa, Kecamatan Botumoito, Kamis (23/4). Kegiatan tersebut dihadiri Camat Botumoito Abdul Halim Iyabu, Kepala Desa Tapadaa, pengurus Karang Taruna, aparat desa, serta masyarakat setempat.
Peringatan Hari Kartini tahun ini tidak hanya menjadi ajang mengenang perjuangan emansipasi perempuan, tetapi juga menjadi momentum refleksi terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi perempuan dan anak di daerah. Dalam sambutannya, Lahmuddin Hambali menyoroti meningkatnya kasus kekerasan dan pelecehan terhadap anak perempuan yang terjadi di Kabupaten Boalemo.
Menurutnya, perlindungan terhadap anak perempuan harus menjadi perhatian bersama, mulai dari keluarga, pemerintah desa, hingga kelompok masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan data yang ada, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terus mengalami peningkatan dan memerlukan langkah pencegahan yang lebih serius.
“Saya mengingatkan kepada seluruh orang tua agar menjaga anak-anak perempuannya dengan baik. Jangan sampai mereka menjadi korban kekerasan maupun pelecehan. Saat ini kasus yang ditangani sudah mencapai puluhan kasus dan beberapa hari lalu saya kembali menerima laporan terkait kekerasan terhadap anak perempuan, termasuk yang terjadi di Kecamatan Botumoito,” ujar Lahmuddin.
Ia menjelaskan bahwa salah satu faktor yang kerap menjadi penyebab terjadinya kekerasan terhadap anak adalah kurangnya pengawasan dari orang tua. Karena itu, ia meminta pemerintah desa, kader dasawisma, dan seluruh elemen masyarakat untuk lebih aktif melakukan pengawasan serta pendampingan terhadap anak-anak di lingkungan masing-masing.
“Jangan sampai kasus-kasus seperti ini terus bertambah. Jika kita lengah, masa depan anak-anak kita, khususnya anak perempuan, bisa terancam. Mereka adalah generasi penerus yang harus kita lindungi bersama,” tegasnya.
Lahmuddin menambahkan bahwa semangat perjuangan Kartini tidak hanya dimaknai sebagai perjuangan memperoleh kesetaraan bagi perempuan, tetapi juga memastikan perempuan dan anak perempuan mendapatkan hak untuk tumbuh, belajar, dan berkembang dalam lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan.
Ia berharap momentum Hari Kartini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus mendukung kemajuan perempuan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan anak. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga oleh keberhasilan dalam melindungi generasi muda.
“Di Hari Kartini ini, mari kita jadikan semangat perjuangan Kartini sebagai motivasi untuk membangun desa, kecamatan, dan Kabupaten Boalemo yang lebih baik. Yang tidak kalah penting, kita harus memastikan anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang sehat, aman, dan sukses di masa depan,” pungkasnya.
Peringatan Hari Kartini di Desa Tapadaa berlangsung penuh kebersamaan dan diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan perempuan Indonesia sekaligus penguatan peran perempuan dalam pembangunan daerah.
