TERASINDO.ID (BOALEMO) – UPTD Puskesmas Dulupi terus memperkuat peran keluarga dalam mencegah pernikahan dini di wilayahnya. Kamis (23/10), Puskesmas menggelar pertemuan tindak lanjut dari rapat lintas sektor yang berfokus pada pembimbingan dan pembinaan kepada orang tua, bertempat di MTS Alkhairat Dulupi.
Pertemuan ini dihadiri oleh para orang tua siswa, tokoh masyarakat, serta pihak sekolah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Puskesmas Dulupi dalam meningkatkan kesadaran tentang pentingnya peran keluarga dalam mendampingi anak, khususnya remaja, agar tidak terjerumus dalam pernikahan usia dini.
Kepala UPTD Puskesmas Dulupi, Radmin Kamumu, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk kolaborasi antara sektor kesehatan, pendidikan, dan masyarakat untuk melindungi generasi muda dari risiko sosial maupun kesehatan akibat pernikahan dini.
“Kami ingin para orang tua lebih memahami dampak jangka panjang dari pernikahan usia remaja, baik secara fisik, mental, maupun sosial. Anak-anak butuh pendampingan dan komunikasi yang baik dari keluarga agar bisa fokus pada pendidikan dan masa depan mereka,” ujar Radmin.
Ia menambahkan, pembinaan kepada orang tua menjadi langkah penting karena lingkungan keluarga adalah benteng pertama dalam mencegah terjadinya pernikahan dini. Menurutnya, banyak kasus muncul bukan semata karena faktor ekonomi, tapi juga kurangnya pemahaman dan pengawasan dari orang tua.
“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti di sini. Ke depan, kami akan terus melakukan sosialisasi dan pendampingan, termasuk melalui sekolah dan forum masyarakat,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Puskesmas Dulupi berkomitmen untuk terus memperkuat edukasi kesehatan remaja, dengan melibatkan peran aktif orang tua dan semua pihak terkait.(TID01)
