TERASINDO.ID (BOALEMO) – Wakil Bupati Boalemo, Lahmudin Hambali, menghadiri kegiatan Ekspresi Budaya Bajo yang digelar Badan Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVII Sulawesi Utara–Gorontalo di Desa Bajo, Kecamatan Tilamuta, Rabu (15/10).
Dalam sambutannya, Lahmudin menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya masyarakat Bajo yang dikenal memiliki tradisi unik. “Budaya Bajo ini perlu dilestarikan, dimana adat istiadat yang dilaksanakan masyarakat suku Bajo ini sangat unik,” ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa keunikan tersebut menjadi salah satu alasan Balai Pelestarian Kebudayaan hadir langsung menyaksikan tradisi masyarakat Bajo di Boalemo. “Karena masyarakat Bajo di Kabupaten Boalemo dianggap masyarakat yang sangat unik, tidak tinggal di daratan, tinggalnya hanya di laut,” tambahnya.
Lahmudin juga menyebut salah satu tradisi lama yang pernah ia dengar, yakni prosesi pengantin yang dilepas ke laut selama satu malam penuh. “Dulu saya pernah dengar, kalau ada pesta masyarakat Bajo, malam pesta itu kedua pengantin dilepas di perahu selama 24 jam. Itu salah satu budaya yang ada di suku Bajo dan tidak ada di suku Gorontalo,” tuturnya.
Ia berharap perhatian dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVII dapat mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk semakin memberi ruang bagi pelestarian budaya suku Bajo. “Saya berharap budaya-budaya yang ada di suku Bajo menjadi perhatian pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” katanya.
